Nilai-Nilai Dasar ASN BerAKHLAK wajib kamu pahami, baik sebagai calon pelamar CPNS dan PPPK maupun ASN yang sudah bertugas. Istilah ini bukan sekadar slogan, karena BerAKHLAK jadi pedoman resmi perilaku seluruh pegawai pemerintah di Indonesia. Materi ini juga sering muncul dalam soal TWK dan wawancara seleksi, jadi penting untuk kamu kuasai sejak awal.
Artikel ini membahas Nilai-Nilai Dasar ASN BerAKHLAK secara lengkap, mulai dari asal-usulnya, tujuh nilai utamanya, sampai contoh penerapannya dalam pekerjaan sehari-hari.
Apa Itu BerAKHLAK?
BerAKHLAK adalah akronim dari tujuh nilai dasar ASN, yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Presiden Joko Widodo meluncurkan nilai ini secara resmi pada 27 Juli 2021, bersamaan dengan employer branding “Bangga Melayani Bangsa” lewat Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 20 Tahun 2021.
Pemerintah kemudian menguatkan status BerAKHLAK lewat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, khususnya pasal 3 ayat 2. Artinya, BerAKHLAK bukan lagi sekadar imbauan, melainkan sudah masuk ke dalam dasar hukum yang mengikat seluruh ASN, baik di pusat maupun daerah.
Tujuh Nilai Dasar ASN BerAKHLAK dan Pengertiannya
Berikut ringkasan tujuh nilai BerAKHLAK beserta pengertian singkatnya.
| Nilai | Pengertian Singkat |
|---|---|
| Berorientasi Pelayanan | Komitmen memberi pelayanan prima demi kepuasan masyarakat |
| Akuntabel | Bertanggung jawab atas kepercayaan yang masyarakat berikan |
| Kompeten | Terus belajar dan mengembangkan kapabilitas diri |
| Harmonis | Saling peduli dan menghargai perbedaan |
| Loyal | Berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara |
| Adaptif | Terus berinovasi dan antusias menghadapi perubahan |
| Kolaboratif | Membangun kerja sama yang sinergis dengan berbagai pihak |
1. Berorientasi Pelayanan
Nilai ini menuntut ASN memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat. ASN sebaiknya bersikap ramah, cekatan, dan sanggup memberi solusi atas masalah yang masyarakat hadapi, bukan justru mempersulit proses pelayanan.
- Memahami dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
- Bersikap ramah, cekatan, solutif, dan sigap membantu.
2. Akuntabel
Akuntabel berarti jujur dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas. ASN perlu memakai fasilitas dan barang milik negara secara efektif, efisien, dan penuh tanggung jawab.
- Melaksanakan tugas dengan jujur, cermat, disiplin, dan berintegritas tinggi.
- Tidak menyalahgunakan wewenang jabatan untuk kepentingan pribadi.
3. Kompeten
Kompeten menuntut ASN terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri. Kompetensi yang makin baik memungkinkan ASN memberi pelayanan lebih optimal sesuai kebutuhan zaman.
- Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang terus berubah.
- Melaksanakan tugas dengan kualitas paling baik.
4. Harmonis
Nilai ini mendorong ASN saling peduli dan menghargai perbedaan latar belakang rekan kerja maupun masyarakat. Harmonis juga berarti membangun lingkungan kerja yang nyaman bagi semua orang.
- Menghargai setiap orang apa pun latar belakangnya.
- Membangun lingkungan kerja yang kondusif.
5. Loyal
Loyal berarti ASN berdedikasi penuh dan mengutamakan kepentingan bangsa serta negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Nilai ini juga mencakup kesetiaan pada Pancasila dan UUD 1945.
- Memegang teguh ideologi Pancasila, UUD 1945, dan NKRI.
- Menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan, instansi, dan negara.
6. Adaptif
Adaptif menuntut ASN cepat menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, sekaligus berani berinovasi. ASN yang adaptif tidak menunggu masalah datang, tapi proaktif mencari solusi lebih dulu.
- Cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan.
- Terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas kerja.
7. Kolaboratif
Kolaboratif berarti ASN membangun kerja sama yang sinergis dengan berbagai pihak, baik sesama ASN, instansi lain, maupun masyarakat. ASN yang kolaboratif mau menerima kontribusi dari siapa saja demi hasil kerja yang lebih baik.
- Memberi kesempatan berbagai pihak untuk ikut berkontribusi.
- Menggerakkan sumber daya bersama untuk mencapai tujuan yang sama.
Kenapa ASN Perlu Memahami dan Menerapkan BerAKHLAK?
BerAKHLAK jadi fondasi budaya kerja ASN di seluruh Indonesia, bukan cuma slogan di poster kantor. Instansi memakai nilai ini sebagai acuan penilaian kinerja, sikap kerja, sampai kode etik pegawai.
Bagi kamu yang sedang bersiap ikut seleksi CPNS, PPPK, atau sekolah kedinasan, pemahaman BerAKHLAK juga penting karena sering muncul dalam soal TWK maupun pertanyaan wawancara. Panitia seleksi ingin memastikan calon pegawai sudah paham nilai dasar yang bakal mereka jalani setelah resmi bertugas.
Tips Menerapkan Nilai-Nilai Dasar ASN BerAKHLAK Sehari-hari
Berikut tips yang bisa kamu praktikkan, baik sebagai calon pelamar maupun ASN aktif:
- Hafalkan ketujuh nilai BerAKHLAK beserta pengertian singkatnya, karena ini dasar untuk memahami perilaku spesifik tiap nilai.
- Kaitkan tiap nilai dengan contoh nyata di lingkungan kerjamu, bukan cuma menghafal definisi secara teori.
- Latih jawaban wawancara dengan skenario yang mencerminkan salah satu nilai BerAKHLAK, misalnya cara menangani keluhan masyarakat.
- Amati bagaimana ASN senior menerapkan nilai ini di kantor, lalu jadikan itu contoh nyata dalam belajar.
- Kerjakan soal latihan TWK yang mengangkat kasus BerAKHLAK, supaya kamu makin lancar mengenali polanya saat SKD.
Kamu juga bisa mengikuti program bimbingan seperti BTW Academy untuk memperdalam materi BerAKHLAK, khususnya untuk persiapan wawancara CPNS dan PPPK. Program ini biasanya menyediakan simulasi wawancara dan pembahasan kasus nyata, sehingga kamu makin siap menjawab pertanyaan berbasis nilai dasar ASN ini.
Pertanyaan Seputar Nilai-Nilai Dasar ASN BerAKHLAK
Apa kepanjangan dari BerAKHLAK? BerAKHLAK adalah akronim dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
Kapan BerAKHLAK resmi berlaku bagi ASN? Presiden Joko Widodo meluncurkan BerAKHLAK pada 27 Juli 2021, lalu pemerintah menguatkannya lewat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN.
Apakah BerAKHLAK cuma berlaku untuk PNS? Tidak. BerAKHLAK berlaku untuk seluruh ASN, baik PNS maupun PPPK, tanpa membedakan status kepegawaian.
Apakah BerAKHLAK sering muncul di soal SKD atau wawancara? Iya. Banyak instansi menyisipkan kasus berbasis nilai BerAKHLAK dalam soal TWK maupun sesi wawancara, khususnya untuk menilai kesiapan sikap kerja calon pegawai.
Itulah penjelasan lengkap Nilai-Nilai Dasar ASN BerAKHLAK beserta cara penerapannya. Pahami tiap nilai secara mendalam dan kaitkan dengan contoh nyata, supaya kamu makin siap, baik untuk seleksi maupun tugas sehari-hari sebagai ASN.
Catatan: tiap instansi bisa menyesuaikan penerapan teknis BerAKHLAK lewat kode etik dan kode perilaku masing-masing. Selalu rujuk pedoman resmi instansimu untuk detail lebih lanjut.