Rumus Cepat Deret Angka dan aritmatika jadi senjata utamamu saat menghadapi soal numerik TIU. Subtes ini punya 35 soal. Kalau kamu bagi rata seluruh durasi SKD, waktumu kurang dari satu menit per soal.
Nah, artikel ini merangkum Rumus Cepat Deret Angka dan aritmatika yang paling sering muncul. Tiap pola punya contoh hitungan langkah demi langkah. Dengan begitu, kamu bisa menjawab soal numerik jauh lebih cepat tanpa mengurangi ketepatan.
Kenapa Kamu Butuh Rumus Cepat di Soal TIU?
Soal numerik TIU jarang menuntut hitungan rumit. Sebaliknya, panitia lebih sering menguji kecepatanmu mengenali pola. Peserta yang paham pola bisa menjawab dalam 15 detik. Peserta yang menghitung manual bisa habis dua menit untuk soal yang sama.
Jadi, kunci sukses di soal numerik bukan jago berhitung tingkat lanjut. Kuncinya ada pada refleks mengenali jenis soal, lalu langsung memakai pola yang pas.
Rumus Cepat Deret Angka: 6 Pola yang Sering Muncul
Berikut enam pola deret angka yang paling sering muncul dalam soal TIU.
1. Deret Aritmatika (Selisih Tetap)
Pola ini paling dasar. Selisih antar angkanya selalu sama. Rumusnya: Un = a + (n − 1) × b, dengan a sebagai angka pertama dan b sebagai selisih.
Misalnya, kamu dapat deret 4, 9, 14, 19, …?
Selisihnya 5. Jadi jawabannya 19 + 5 = 24.
Bagaimana kalau soal minta suku ke-8? Langsung pakai rumusnya: U8 = 4 + (8 − 1) × 5 = 4 + 35 = 39. Cara ini jauh lebih hemat waktu daripada menulis seluruh deret satu per satu.
2. Deret Geometri (Rasio Tetap)
Beda dari pola pertama, deret ini punya pengali tetap. Rumusnya: Un = a × r⁽ⁿ⁻¹⁾, dengan r sebagai rasio atau pengali.
Coba lihat deret 3, 6, 12, 24, …?
Rasionya 2, sehingga jawabannya 24 × 2 = 48.
Kalau soal minta suku ke-7, hasilnya U7 = 3 × 2⁶ = 3 × 64 = 192.
3. Deret Bertingkat (Selisih Berpola)
Kadang selisih antar angka tidak tetap. Dalam kasus seperti ini, cek selisih dari selisihnya.
Perhatikan deret 1, 3, 7, 13, 21, …?
Selisihnya 2, 4, 6, 8. Pola selisih itu naik 2 tiap langkah, jadi selisih berikutnya 10. Hasilnya 21 + 10 = 31.
4. Deret Loncat (Dua Pola Bergantian)
Pola ini sebenarnya dua deret berbeda yang saling menyelip. Pisahkan dulu berdasarkan posisi ganjil dan genap.
Ambil deret 5, 20, 8, 17, 11, 14, …?
Posisi ganjil berisi 5, 8, 11 dan naik 3. Posisi genap berisi 20, 17, 14 dan turun 3. Karena angka ketujuh masuk posisi ganjil, jawabannya 11 + 3 = 14.
5. Deret Kuadrat dan Pangkat
Pola ini memakai bilangan kuadrat atau pangkat, kadang dengan tambahan angka tetap.
Sekarang lihat deret 2, 5, 10, 17, 26, …?
Polanya n² + 1, yaitu 1+1, 4+1, 9+1, 16+1, 25+1. Maka hasilnya 6² + 1 = 37.
6. Deret Fibonacci
Setiap angka lahir dari penjumlahan dua angka sebelumnya.
Ambil contoh deret 1, 1, 2, 3, 5, 8, …?
Hasilnya 5 + 8 = 13.
Rumus Cepat Aritmatika Sosial untuk TIU
Selain deret, soal cerita aritmatika juga sering muncul. Berikut rumus praktisnya dalam satu tabel.
| Jenis Soal | Rumus Cepat |
|---|---|
| Potongan tunggal | Harga akhir = harga awal × (100 − potongan)% |
| Potongan ganda | Harga akhir = harga awal × (100 − p1)% × (100 − p2)% |
| Persentase untung | (untung ÷ harga beli) × 100% |
| Perbandingan berbalik nilai | n1 × t1 = n2 × t2 |
| Kerja bersama | 1/t = 1/t1 + 1/t2 |
| Rata-rata gabungan | (jumlah semua nilai) ÷ (jumlah semua data) |
| Kecepatan rata-rata (bolak-balik) | (2 × v1 × v2) ÷ (v1 + v2) |
Sekarang mari kita bedah empat jenis yang paling sering menjebak peserta.
Potongan Ganda: Jangan Langsung Jumlahkan
Banyak peserta menjumlahkan dua potongan harga jadi satu. Sayangnya, cara itu salah.
Bayangkan barang seharga Rp500.000 dengan potongan 20% lalu tambahan 10%. Berapa harga akhirnya?
Hitung bertahap. Rp500.000 × 80% = Rp400.000. Lalu Rp400.000 × 90% = Rp360.000. Total potongannya 28%, bukan 30%.
Kerja Bersama
Ani menyelesaikan pekerjaan dalam 4 jam. Budi butuh 6 jam. Berapa lama kalau mereka bekerja bersama?
Masukkan ke rumusnya: 1/t = 1/4 + 1/6 = 3/12 + 2/12 = 5/12. Maka t = 12/5 = 2,4 jam atau 2 jam 24 menit.
Rata-Rata Gabungan
Ada 20 siswa dengan rata-rata nilai 70. Lalu ada 10 siswa lain dengan rata-rata 85. Berapa rata-rata gabungannya?
Kalikan dulu tiap kelompok: (20 × 70) + (10 × 85) = 1.400 + 850 = 2.250. Setelah itu, bagi dengan total siswa: 2.250 ÷ 30 = 75.
Kecepatan Rata-Rata Perjalanan Bolak-Balik
Seseorang pergi dengan kecepatan 60 km/jam. Ia kembali dengan 40 km/jam. Berapa kecepatan rata-ratanya?
Jangan buru-buru merata-ratakan jadi 50 km/jam. Pakai rumus khususnya: (2 × 60 × 40) ÷ (60 + 40) = 4.800 ÷ 100 = 48 km/jam.
Tips Memakai Rumus Cepat Saat Tes Berlangsung
Berikut cara memanfaatkan rumus ini secara efektif saat hari tes:
- Kenali dulu jenis soalnya dalam 5 detik pertama, lalu pilih rumus yang pas. Jangan langsung menghitung sebelum tahu polanya.
- Untuk soal deret, cek selisih antar angka lebih dulu. Kalau selisihnya tidak tetap, baru cek rasio atau pola bertingkat.
- Lewati soal yang polanya belum kamu temukan dalam 30 detik. Kembali lagi nanti kalau masih ada waktu.
- Manfaatkan pilihan jawaban sebagai petunjuk. Kadang kamu bisa mencoret opsi yang angkanya jelas kelewat besar atau kelewat kecil.
- Hitung di kertas buram secara rapi, supaya kamu tidak salah baca angkamu sendiri.
Tips Belajar Materi Numerik TIU
Selain hafal rumus, biasakan juga hal berikut:
- Latih soal numerik tiap hari dengan target waktu, misalnya 20 soal dalam 15 menit.
- Catat rumus cepat dalam satu lembar rangkuman. Baca ulang tiap malam sebelum tidur.
- Kerjakan satu soal dengan dua cara berbeda. Dengan begitu, kamu paham mana yang lebih hemat waktu.
- Analisis soal yang kamu jawab salah, lalu kelompokkan sesuai jenis polanya.
- Kerjakan tryout dengan sistem CAT secara berkala, supaya kamu makin kuat di bawah tekanan waktu asli.
Pertanyaan Seputar Rumus Cepat Deret Angka
Apakah semua soal deret angka punya rumus pasti? Sebagian besar iya, khususnya deret aritmatika dan geometri. Namun, deret bertingkat dan deret loncat lebih menuntut kepekaan pola daripada rumus baku.
Berapa lama waktu ideal untuk satu soal numerik TIU? Idealnya kurang dari satu menit per soal. Kalau lebih lama, sebaiknya kamu lewati dulu dan kembali nanti.
Apakah soal aritmatika TIU selalu berupa soal cerita? Tidak selalu, tapi porsinya cukup besar. Karena itu, biasakan mengubah kalimat soal jadi persamaan sederhana sebelum menghitung.
Perlukah saya hafal semua rumus cepat ini? Sebaiknya kamu paham logikanya, bukan cuma hafal bentuknya. Pemahaman logika membantumu menyesuaikan rumus saat soal muncul dalam variasi berbeda.
Latih Rumus Cepat Ini Bersama BTW Academy
Hafal rumus memang langkah awal yang penting. Namun, kecepatan menjawab cuma tumbuh lewat latihan berulang dengan soal yang beragam. Di sinilah banyak peserta kesulitan kalau belajar sendiri. Mereka tidak punya bank soal yang cukup banyak, dan juga tidak tahu bagian mana yang masih lemah.
BTW Academy hadir untuk membantumu di titik itu. Program bimbelnya mencakup pembahasan materi TIU lengkap dengan trik hitung cepat, bank soal numerik yang beragam, tryout rutin dengan sistem CAT, sampai evaluasi hasil per subtes. Dengan begitu, kamu tahu persis pola soal mana yang masih perlu kamu latih lebih keras.
Yuk, mulai latihan soal numerikmu secara fokus bersama BTW Academy. Hadapi TIU pada hari tes nanti dengan lebih percaya diri.
Catatan: contoh soal dan hitungan di atas kami susun untuk keperluan belajar. Variasi soal asli bisa berbeda saat pelaksanaan SKD.